简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Ikhtisar:Hak atas fotoAFPImage caption Pejuang SDF telah mengibarkan bendera kuning mereka di Baghuz untuk me
Hak atas fotoAFPImage caption Pejuang SDF telah mengibarkan bendera kuning mereka di Baghuz untuk merayakan kemenangan mereka
Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang didukung AS mengatakan kelompok ISIS telah kehilangan pertahanan terakhirnya di Suriah, sekaligus mengakhiri “kekhalifahan” -nya.
Seorang juru bicara SDF menyatakan “100% kekalahan teritorial” yang diderita ISIS.
Kelompok jihadis itu pernah menguasai 88.000 km persegi (34.000 mil) tanah yang membentang di Suriah dan Irak.
Meskipun kehilangan wilayah teritori, kelompok ini masih dipandang sebagai ancaman keamanan utama yang mampu meningkatkan serangan di wilayah tersebut dan di seluruh dunia.
Pasukan sokongan AS gempur wilayah terakhir ISIS di Suriah
Ratusan warga sipil dievakuasi dari kantong pertahanan terakhir ISIS
Gadis Inggris yang bergabung ISIS di Suriah 'ingin pulang ke rumah'
Aliansi SDF yang dipimpin Kurdi memulai serangan terakhirnya terhadap ISIS pada awal Maret, untuk menggempur sisa milisi yang bersembunyi di desa Baghuz di Suriah timur.
Aliansi itu terpaksa memperlambat serangannya setelah diketahui bahwa sejumlah besar warga sipil juga ada di sana, berlindung di gedung, tenda, dan terowongan.
“Pasukan Demokrat Suriah mengumumkan penghapusan total apa yang disebut kekhalifahan dan 100% kekalahan teritorial Isis [kelompok ISIS],” ujar Bali, kepala kantor media SDF, dalam cuitannya di Twitter.
“Pada hari yang unik ini, kami memperingati ribuan martir yang upayanya memungkinkan kemenangan.”
Pejuang SDF telah mengibarkan bendera kuning mereka di Baghuz untuk merayakan kemenangan mereka, menurut laporan dari tempat kejadian.
Tetapi terlepas dari jatuhnya Baghuz, ISIS sama sekali tidak terkalahkan.
Para pejabat AS percaya bahwa ISIS mungkin memiliki 15.000 hingga 20.000 pendukung bersenjata yang aktif di wilayah tersebut, banyak dari mereka dalam sel-sel yang tertidur, dan diperkirakan akan kembali memberontak ketika berusaha membangun kembali.
Bahkan ketika kekalahannya di Baghuz sudah dekat, ISIS merilis rekaman audio yang menantang dari juru bicaranya Abu Hassan al-Muhajir, menyatakan bahwa kekhalifahan belum selesai.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.